Select Language

Minggu, 31 Maret 2013

Perencanaan

Brownies Tempe

         Beraneka ragam camilan yang beredar di pasaran mulai beraneka ragam rasa dan bentuknya. Inovasi pun terus berkembang seiring perkembangan ilmu pengetahuan manusia dan kecanggihan teknologi masa kini. Melihat kondisi pasar yang masih terus dapat berkembang, kami melihat peluang bisnis yang menjanjikan terutama dalam bidang kuliner Indonesia.
     
      Untuk itu kami memilih  “Brownies Tempe” sebagai salah satu alternative baru camilan di Indonesia. Kenapa kami memilih tempe sebagai bahan baku utamanya? Karena tempe termasuk bahan pokok yang mudah didapatkan,murah  dan merupakan makanan khas Indonesia. Tempe juga disukai balita sampai dewasa. Sehingga kemungkinan Brownies Tempe ini digemari masyarakat cukup besar.
      

Selasa, 19 Maret 2013

Pengertian dan Jenis - Jenis BANK

I. PENGERTIAN BANK

Bank berasal dari bahasa Italia BANCO yang kartinya Bangku. Bank termasuk perusahaan industri jasa karena produknya hanya memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat.

Menurut Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan diperbaharui dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998.
  • Bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masayarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan / atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
  • Perbankan : segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahaanya.

Minggu, 02 Desember 2012

Jurnal Perilaku Konsumen dan Review Jurnal II

Tema : Perilaku Konsumen


Analisis Perilaku Konsumen Rokok Di Kalangan Mahasiswa 

Universitas Pakuan 

Yudhia Mulya, SE, MM dan Sri Hidajati Ramdani, SE, MM 

ABSTRAK 

Tingkat konsumsi rokok di Indonesia relatif tinggi dibandingkan dengan Negara-negara di Asia Tenggara. Secara konsisten, pengeluaran rumah tangga untuk kelompok barang tembakau dan sirih menempati urutan terbesar ketiga mulai dari tahun 2008 sampai dengan 2010. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa perilaku konsumsi masyarakat secara umum terhadap tembakau dan sirih telah menggeser kebutuhan makanan bergizi seperti ikan, sayur- sayuran, telur, susu, daging dan buah-buahan. Berikut ini gambaran pengeluaran konsumsi rata-rata per kapita sebulan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Sabtu, 01 Desember 2012

Jurnal Perilaku Konsumen dan Review Jurnal I (Journal International)

Theme : Behavior Consumen

CONSUMER ATTITUDES TOWARDS FOREIGN RETAILERS’ PRODUCTS      

Bircan Aşuk 
Izmir University of Economics  
Faculty  of Economics and Administrative Sciences/Business Administration
Sakarya Cad. No:156 Balçova/İzmir
Phone: 0 (232) 279 25 25 ; Fax: 0 (232) 279 26 26
E-mail: bircan.asuk@std.izmirekonomi.edu.tr                   
                                             
Abstract
Turkey has attracted foreign retailers for many years because of its high population, growing economy, growing market potential, young population and also, its high labour force. Although conditions are attractive, foreign retailers face some problems related to different demographic characteristics, different values, attitudes and different cultures of consumers in Turkey and also, in the other countries. One of the most important factors that affects consumers’ attitudes towards foreign retailers’ products and their willingness to purchase these brands is consumer ethnocentrism (According to ethnocentrism; people evaluate their race more superior than the other races). The aim of this research is generally to examine Turkish consumers’ atttitudes towards foreign retailers’ products. In this respect, consumer ethnocentrism is explored among Turkish consumers. Besides, it is explored how this consumer ethnocentrism affect product judgement of foreign products and willingness to buy these products. The effect of age and education on attitudes is also investigated. Data was collected through a questionnaire. And this questionnaire was applied to 50 people in October 2009.

Key words: foreign retailers, consumer attitudes, ethnocentrism

Senin, 19 November 2012

(Tugas Membuat Jurnal) BAB V

BAB V 
KESIMPULAN dan SARAN

5.1 Kesimpulan

  1. UKM contoh termasuk usaha yang masih relatif kecil dengan tenaga kerja 1 sampai 49 orang atau rata-rata 5 orang. Usia atau lama berdirinya UKM contoh cukup bervariasi yaitu 1 sampai 49 tahun dengan rata-rata 11,05 tahun. Dari segi legalitas, baru 16,4 % yang telah mempunyai badan hukum seperti PT, CV, NV, Firma dan sebagainya selebihnya masih merupakan usaha perorangan, yang mana sebanyak 68,2 % telah memiliki perijinan seperti SIUP, TDI, TDP, dan sebanyak 21,5 % belum memiliki perijinan. Usia pengelola UKM contoh cukup bervariasi pula yaitu dari umur 21 tahun sampai 70 tahun dengan rata-rata 40,05 tahun
  2. UKM contoh memiliki modal usaha cukup bervariasi yaitu dari 3 juta sampai Rp 3 juta sampai Rp 762 juta dengan rata-rata sekitar Rp 300 juta, dengan perkembangan rata-rata 51,40 % per tahun. Adapun jumlah produksinya cukup beragam mulai 713 unit sampai 825.000 unit, dengan rata-rata 337.000 unit, dengan perkembangan rata-rata 35,5 % per tahun.Volume usaha atau omset yang dicapai UKM contoh cukup beragam pula, dari Rp 23 juta sampai hampir Rp 1 milyar, dengan rata-rata Rp254juta setahun, dengan perkembangan 16,13 % per tahun. Dengan demikian kinerja UKM contoh dapat dikatakan cukup prospektif, ditunjukkan dari adanya perkembangan positif dari modal usaha, produksi dan omset nya.

(Tugas Membuat Jurnal) BAB IV


BAB IV
ANALISIS PEMBAHASAN

4.1 Diskripsi Produk Unggulan
Pendeskripsian mengenai berbagai produk unggulan terpilih dilakukan dengan terlebih dahulu melalui proses penggabungan hasil baseline survey economy Bank Indonesia dengan hasil PDRB daerah setempat. Setelah itu, dilakukan konfirmasi terhadap stakeholder daerah, survey terhadap produk unggulan dan penentuan produk unggulan melalui teknik AHP, sehingga diperoleh daftar produk unggulan 5 daerah sampel yang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Secara umum produk unggulan terpilih pada masing-masing provinsi adalah yang memiliki daya dukung sumber bahan baku lokal, sehingga cukup mudah untuk memperolehnya. Disamping itu, sebagian besar dari produk unggulan sudah berorientasi untuk pasar eksport. Adapun daftar produk unggulan pada daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel berikut :


(Tugas Membuat Jurnal) BAB III

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Kajian
Metode yang digunakan adalah kajian deskriptif, yakni metode kajian yang meneliti suatu keadaan dengan tujuan membuat deskripsi dan gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta di lapangan pengkajian serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir, 1988: 63). Data yang dikumpulkan terdiri atas data sekunder dan data primer. Data primer berasal dari lokasi pengkajian secara langsung, baik yang dilakukan melalui kuesioner, wawancara maupun diskusi. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui survey instansional yang berupa peraturan-peraturan, laporan-laporan dan data tertulis lainnya yang berhubungan dengan pengkajian ini. Cara pengumpulan data dilakukan dengan cara: survey instansional, melalui kuesioner bagi responden dan diskusi

(Tugas Membuat Jurnal) BAB II

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Pemikiran

Kredit dan perkuatan permodalan dapat diperoleh debitur seperti lembaga keuangan.Lembaga keuangan dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang aktivitasnya bergerak dibidang keuangan. Jadi kegiatannya selalu berkaitan dengan bidang keuangan yang meliputi penghimpunan dana, penyaluran dana atau jasa-jasa keuangan lainnya. Lembaga keuangan dapat dibedakan atas dua golongan besar, yaitu : pertama, lembaga keuangan bank dan kedua, lembaga keuangan lainnya. Perkreditan umumnya dapat diperoleh dari lembaga keuangan bank yang memerlukan persyaratan ketat yaitu 5C. Persyaratan ini selalu merupakan kendala besar bagi UKM dalam memperoleh kredit dari bank. Sedangkan perkuatan permodalan bisa diperoleh UKM dari lembaga keuangan lainnya (non-bank) seperti pasar uang, pasar modal, dan lain-lain yang persyaratannya agak lebih lunak jika dibandingkan dengan bank. Perkuatan permodalan ini dimaksudkan untuk memperkuat modal kerja UKM dalam menjalankan roda usahanya. Dengan adanya perkuatan permodalan maka UKM diharapkan akan dapat memperoleh profit dan meningkatkan skala usahanya.  Kredit modal kerja dapat diartikan sebagai kredit yang diberikan bank kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhan modal yang habis terpakai dalam satu putaran usaha. Arus modal kerja untuk industri dapat digambarkan sebagai berikut :


Minggu, 28 Oktober 2012

(Tugas Membuat Jurnal) BAB I


Tema
ANALISIS PERANAN UKM DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI GLOBAL


BAB I

PENDAHULUAN


I. Latar Belakang
Sektor UKM telah menunjukan kinerja yang relative lebih tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi yang panjang dimana UKM dapat melakukan penyerapan tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran. Dalam pembangunan UKM, diperlukan adanya pendekatan sentral/klaster yang dapat memberikan antara lain efek peningkatan kapasitas sentra,terjalinnya kerjasama antar UKM ,dan timbulnya persaingan UKM dalam sentra yang cukup tinggi. UKM mempunyai potensi besar yang mampu bertahan dalam menghadapi krisis keuangan dan ekonomi. UKM merupakan pelaku ekonomi yang kuat dan ulet yang memiliki daya saing yang sangat kuat di pasar lokal sehingga dapat mendorong ekspor dan pengembangan perekonomian daerah. Peranan perkreditan dan permodalan UKM dapat membantu memulihkan perekonomian daerah, Peran pemerintah sangat penting dalam pemberian kredit dan modal usaha bagi pengusaha kecil. Kemampuan produk UKM masih sangat rendah dalam bersaing di pasar global. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan konsep produk unggulan yang merupakan strategi efektif dalam pengembangan ekonomi daerah. Daerah yang memiliki produk unggulan akan lebih mandiri untuk pengembangan ekonominya.


Minggu, 21 Oktober 2012

(REVISI) Menganalisis Tiga Jurnal

ANALISIS JURNAL 1:
Judul
KAJIAN DAMPAK PROGRAM PERKREDITAN DAN PERKUATAN PERMODALAN USAHA KECIL MENENGAH TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH

Tema
Dampak Program Perkreditan Dan Perkuatan Permodalan Usaha Kecil Menengah Terhadap Perekonomian Daerah

Latar belakang Masalah

UKM memiliki potensi besar, ditunjukkan dengan kemampuannya bertahan dalam menghadapi badai krisis keuangan dan ekonomi yang menimpa Indonesia sejak medio tahun 1997. Hal ini juga membuktikan bahwa UKM merupakan salah satu pelaku ekonomi yang kuat dan ulet. Meskipun demikian UKM tidak terlepas dari dampak gejolak pasar dan keambrukan system perbankan nasional. Diperkirakan di masa depan UKM akan cukup berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan ekonomi yang cepat berubah dan dapat meningkatkan posisi daya saing bukan hanya dalam pasar lokal tetapi juga dalam mendorong aktivitas ekspor yang pada akhirnya akan lebih mendorong pengembangan perekonomian daerah. Pemulihan ekonomi dalam perekonomian daerah akan lebih cepat tercapai apabila peran UKM dapat lebih ditingkatkan dan berbagai kendala internal yang melilit UKM seperti perkreditan dan permodalan dapat dicarikan solusi yang pas dan akurat. Perkreditan dan permodalan bagi pengembangan UKM sering menjadi kendala, karena UKM sangat terbatas kemampuannya untuk mengakseskan terhadap lembaga perkreditan atau perbankan. Realitas menunjukkan bahwa UKM pada umumnya mengalami masalah dalam memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan kredit yang biasanya diukur dengan 5C, yaitu : character, capacity, capital, collateral, dan condition.